Aktivitas gowes bareng teman berlanjut. Destinasi selanjutnya menuju Candi Kalasan. Candi ini berada di Jalan Jogja – Solo KM 13, Kalasan, Yogyakarta. Kalau dari candi Prambanan lokasinya dikiri jalan dan tidak jauh dari jalan raya. Masuk gang sekitar 20 meter.
Mumpung hari libur dan agenda gowes ini memang sengaja bertajuk “Nyusur candi” jadi tempat-tempat yang kami kunjungi ataupun rute kami untuk gowes adalah sepanjang jalan menuju candi. Tidak berpikir seberapa jauhnya, dan berapa lama kami menginjak pedal.
Candi kalasan adalah salah satu candi yang namanya tidak terlalu terdengar kencang bagi wisatawan luar Jogja. Tapi candi ini mempunyai segudang sejarah yang tidak bisa terlupakan. Setelah saya cari berbagai sumber di google.
Candi ini dibangun karena penghargaan atas perkawinan antara Raja Pancapana (dinasti Sanjaya) dengan permaisuri Dyah Pramudya Wardhani (dinasi Sailendra). Candi Kalasan ini adalah candi yang tertua ada di Yogyakarta - Wikipedia
Depan candi Kalasan |
Candi ini hanyalah candi alternatif bagi wisatawan luar Jogja. Bagi kami para pesepeda tetaplah sengaja datang untuk sekedar melihat keindahan banguann candinya. Walau beberapa bagian di bangunan candi ini sudah agak rusak dan sedikit dipugar kembali.
Ini adalah kedua kalinya aku mengunjungi candi ini setelah pada tahun 2010. Dan bagiku candi ini mempunyai keindahan tersendiri. Seperti candi-candi kecil lainnya, untuk menuju dan memasuki area candi ini kita hanya dikenai tarif 2.000 rupiah.
Tarif yang sangat murah untuk melihat peninggalan sejarah. Mungkin kalian tertarik untuk mengunjungi candi ini? Ada banyak candi-candi yang tersebar di Yogyakarta dan sekitarnya, jadi bagi kalian pecinta candi, mungkin mengunjungi kota Yogyakarta dan sekitarnya adalah suatu keharusan.
Mungkin para pesepeda/goweser mau ke candi ini? Aku rasa kalian sudah pernah menuju tempat ini, bahkan sudah pernah menyusuri candi yang lebih jauh dan lebih indah daripada Candi Kalasan dan Candi Sambisari. Akupun berharap minggu berikutnya akan menyusuri candi-candi lain yang ada disekitaran Kalasan. Selain murah biaya masuknya, aku juga bisa menikmati peninggalan sejarah tersebut.
Terakhir kali ke sana dulu di tahun 2008, bolos kuliah, hahaha. Sekarang kalau mau berkunjung ke candi jadi agak "trauma" setelah dinterogasi petugas Candi Ijo karena motret candi.
BalasHapusHeee... Ini pas kemarin kesana ada petugasnya, pagi-pagi terus ijin untuk memotret candi :-)
HapusUntung dikasih ijin, walau motretnya dari luar area candi (biar nggak bayar) :-)
@mawi, sama mas sy juga trauma ke candi,
Hapuspernah suatu hari sy ke Candi Sari, sm satpam diinterogasi, katanya motret candi ga boleh dipublikasikan, harus ijin ini itu ke bpcb segala, hadeeh..
Akhirnya waktu itu sy pulang dg perasaan kecewa..
Bilang aja buat koleksi pribadi, diposting, dan nggak dikomersilkan :-)
HapusSaya juga pernah ditanya waktu di Candi Sujiwon.
saya org jogja,, tpi blum smpet kesana hhe..mngkin cari wktu luang untuk kesana,,spertinya menarik ,,hhhee
BalasHapusWah kayaknya akhir pekan nanti mas sempatkan mengunjunginya heee
HapusMas, kalo motret candi knp harus pk ribet ya?
BalasHapusApa sih salahnya motret candi, bukankah dg foto2 orang jd tahu keberadaan candi..
Beberapa petugas sih memperbolehkan, tapi kadang juga mereka mempersulit dengan tidak memperbolehkan difoto. Entahlah, yg penting saat mau ambil gambar ijin dulu saja. Siapa tahu diperbolehkan :-)
Hapussalah satu candi dari beberapa candi yang terkenal di jogja. Ane lupa pernah kesana atau nggak tapi ini deket rumah ane, asli jogja ane. kapan kapan dah kesana. kayak nya bagus..
BalasHapusSekarang sepertinya lagi proses rehabilitasi mas. Ada beberapa bagian yang harus diperbaiki candinya
Hapus